Wow Mantap !!!! Polres Cianjur Klinik Harapan Sehat Gelar Kick Off Pengobatan Gratis untuk 81.000 Orang, Dimulai dengan Ijab Kabul dan Pelafalan Pancasila

Warta Desa
Kamis, 20 Agustus 2026, Kamis, Agustus 20, 2026 WAT
Last Updated 2026-08-20T11:06:52Z
 CIANJUR,Wartadesa — Sebuah inisiatif kemanusiaan yang luar biasa digagas oleh Klinik Harapan Sehat yang dipimpin oleh dr. Yusuf. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, klinik ini menggelar pelepasan perdana program pengobatan gratis yang menargetkan penanganan bagi 81.000 orang masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini ditandai dengan momen khidmat di mana setiap pasien melakukan "ijab kabul" kesepakatan berobat dan melafalkan Pancasila sebelum menerima pelayanan medis  sebuah tradisi unik yang telah menjadi ciri khas klinik tersebut.
 
Kick off program ini dihadiri langsung oleh Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. I Made Setiawan, serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tokoh masyarakat. Kehadiran para pemimpin daerah menjadi bukti dukungan sekaligus pengakuan atas dedikasi dr. Yusuf dan timnya dalam menghadirkan akses kesehatan yang humanis bagi semua lapisan masyarakat.
 
Dalam pelaksanaannya, pendekatan yang diterima Klinik Harapan Sehat tidak sekadar soal pengobatan medis. Setiap pasien yang datang menjalani proses "ijab kabul", sebuah kesepakatan tulus antara dokter dan pasien untuk berikhtiar sembuh bersama, diikuti dengan pelafalan sila-sila Pancasila. Bagi dr. Yusuf, hal ini bukan seremonial belaka, melainkan fondasi moral bahwa kesehatan adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh negara sebagaimana tertuang dalam dasar negara.
 
"Ini bukan sekadar prosedur. Ketika kita melafalkan Pancasila, kita sedang mengingat kembali bahwa setiap orang, tanpa memandang status ekonomi, berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan kesehatan yang baik. Itu sila kelima — keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap dr. Yusuf saat ditemui di lokasi kegiatan.
 
Program pengobatan gratis untuk 81.000 orang ini sengaja disesuaikan dengan angka tahun kemerdekaan ke-81 RI sebagai bentuk bakti sosial sekaligus refleksi kemerdekaan yang sejati — yaitu ketika setiap warga dapat merdeka dari penyakit dan merdeka dari ketidakmampuan mengakses layanan kesehatan.
 
Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi dalam sambutannya memuji langkah yang diambil Klinik Harapan Sehat. Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan pelayanan medis dengan nilai-nilai kebangsaan dan kesetaraan sosial sangat relevan dengan upaya menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.
 
"Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan dr. Yusuf dan tim. Ini adalah wujud nyata pengabdian yang tidak hanya menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga menanamkan semangat persatuan dan keadilan. Semoga program ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Cianjur," ujar Alexander.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. I Made Setiawan menyambut baik inisiatif ini sebagai pelengkap upaya pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan Klinik Harapan Sehat dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berperan serta dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
 
"Pemerintah tentu terus berupaya maksimal, namun peran serta masyarakat dan pihak swasta seperti ini sangat berharga. Dengan bersinergi, kita bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Semangat ijab kabul dan Pancasila ini mengingatkan kita bahwa kesehatan adalah urusan bersama," jelas dr. I Made.
 
Seperti yang telah menjadi tradisi di Klinik Harapan Sehat, sistem subsidi silang menjadi penopang keberlangsungan pelayanan ini. Mereka yang mampu membayar dapat menolong mereka yang tidak mampu — bahkan ada pasien yang membayar dengan hasil bumi, doa, maupun partisipasi aktif dalam menjaga semangat kebangsaan. Model ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan dapat tetap berkelanjutan tanpa harus membebani mereka yang lemah ekonominya.
 
Dengan target 81.000 orang yang akan dilayani secara bertahap, program ini diharapkan dapat meringankan beban kesehatan masyarakat Cianjur.***CA***

TrendingMore