Cianjur, Wartadesa - Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi tahun 2021 di SD Negeri Cibalagung, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mulai ditelusuri Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur.
Persoalan ini mencuat setelah bantuan yang disebut-sebut diperuntukkan bagi 108 siswa tersebut baru dibagikan oleh pihak sekolah beberapa hari lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap siswa seharusnya menerima bantuan sebesar Rp450.000, tetapi dalam pelaksanaannya siswa disebut hanya menerima Rp225.000.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai selisih dana bantuan sebesar Rp225.000 per siswa, sekaligus alasan bantuan tahun 2021 itu baru disalurkan pada 2026
Menanggapi informasi tersebut, Kasi Kesiswaan Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Cianjur, Eri, mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan data penerima bantuan untuk memastikan informasi yang beredar.
“ Saya sedang mencoba mengumpulkan data penerima bantuan PIP di SDN Cibalagung agar lebih lengkap. Menurut informasi yang saya dengar, beberapa tahun ke belakang persoalan ini pernah ramai juga dalam pemberitaan. Saya pikir saat itu sudah selesai,” ujar Eri.
Ia menjelaskan, setelah mengetahui adanya dugaan pemotongan dana PIP Aspirasi tersebut, dirinya langsung meminta staf untuk melakukan pengecekan terhadap data penerima bantuan di sekolah yang bersangkutan.
Menurut Eri, data tersebut diperlukan sebagai dasar untuk menelusuri lebih lanjut nominal bantuan yang diterima siswa, mekanisme penyaluran, serta alasan keterlambatan pembagian dana kepada para penerima manfaat.
Setelah data penerima bantuan terkumpul, Eri menyatakan akan mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan mengenai dugaan pemotongan dana dan keterlambatan penyaluran bantuan tersebut.
“Setelah saya mendapatkan data penerima bantuan, saya akan datang ke sekolah untuk menanyakan terkait dugaan pemotongan dan kenapa baru dibagikan sekarang,” katanya.
Hingga berita ini disusun, Disdikpora masih mengumpulkan data penerima bantuan. Penjelasan dari pihak SDN Cibalagung mengenai nominal yang diterima siswa serta alasan keterlambatan penyaluran masih diperlukan agar persoalan ini dapat terungkap secara berimbang.(MENK/CA)
