Cimahi ll wartadesa – Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menunjukkan dedikasi dan penghormatan tinggi terhadap nilai-nilai sejarah bangsa saat membacakan Teks Proklamasi dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Lapangan Rajawali, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi.
Tampil di atas podium utama upacara, Wahyu membacakan naskah Proklamasi dengan lantang dan penuh penghayatan. Bagi Wahyu, kesempatan ini bukan sekadar menjalankan tugas seremonial, melainkan momentum sakral yang membutuhkan persiapan khusus.
“Ini adalah pengalaman pertama saya, dan tentunya tidak bisa dilakukan secara spontan. Saya melakukan latihan selama beberapa hari sebelumnya agar bisa menyampaikan naskah Proklamasi dengan sebaik mungkin,” ujar Wahyu usai pelaksanaan upacara.
Wahyu juga mengungkapkan bahwa ia mempelajari secara khusus cara Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, membacakan naskah Proklamasi 80 tahun silam di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Ia menonton sejumlah dokumentasi video sebagai referensi, mempelajari intonasi, jeda, dan cara penyampaian Bung Karno yang dikenal tegas namun berwibawa.
“Saya perhatikan cara Bung Karno membacanya. Tidak meledak-ledak, tapi sangat tegas dan penuh makna. Itu yang saya coba terapkan,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, membacakan naskah Proklamasi adalah tugas yang sarat makna historis dan nasionalisme. Ia ingin agar pesan kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa bisa sampai kepada seluruh peserta upacara, terutama generasi muda.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyu turut menyampaikan pandangannya mengenai tema besar peringatan HUT RI ke-80 tahun ini, yakni “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”. Ia menilai, tema tersebut selaras dengan semangat pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
“Tema ini mengandung harapan besar agar Indonesia terus melaju menuju masa depan yang lebih baik. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kita berharap kesejahteraan rakyat semakin meningkat dan kedaulatan bangsa semakin kokoh,” pungkasnya.
Upacara peringatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, organisasi masyarakat, serta elemen masyarakat lainnya. Momen pembacaan teks Proklamasi menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam rangkaian acara tersebut. ** Dendi **