CIANJUR,Wartadesa – Ratusan atlet, pelatih, dan official memadati Gedung Pemuda Kabupaten Cianjur untuk mengikuti rangkaian Tes Kesehatan dan Tes Fisik dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, Senin 11 Mei 2026.
Acara yang digelar dengan protokol kesehatan ketat tersebut resmi dibuka langsung oleh Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu Ferdian, dan menjadi momentum penting bagi kebangkitan prestasi olahraga di Kabupaten Cianjur.
Bupati yang akrab disapa Wahyu itu menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak hanya memberi perhatian moril, tetapi juga dukungan finansial yang signifikan.
“Kegiatan hari ini kita gelar bersama KONI dan seluruh OPD terkait. Selain pemeriksaan fisik menyeluruh, kita juga memberikan insentif sebesar Rp500.000 per orang untuk para atlet, pelatih, dan official selama 7 bulan ke depan,” ujarnya.
Ia berharap bantuan ini dapat menjadi pemantik semangat dan motivasi ekstra. “Ekosistem olahraga prestasi di Cianjur harus terus bergerak. Kami ingin kemampuan atlet meningkat dan mental juara terbentuk,” tegasnya.
Wahyu juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelontorkan dana lebih dari Rp1 miliar untuk kegiatan pemeriksaan fisik yang digratiskan, ini sebuah sejarah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mengingat prestasi masa lalu di cabang olahraga (cabor) seperti hoki, judo, sepak bola, tenis meja, dan pencak silat, Bupati optimistis target medali emas untuk Porprov 2026 bisa tercapai. “Harapan kita, bina raga dan semua cabor di Cianjur terus meningkat. Targetnya emas, dan mudah-mudahan kita bisa naik peringkat,” pungkasnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, standar tes tahun ini terbilang lebih komprehensif. Ketua Pelaksana KONI Kabupaten Cianjur, Neng Fitri Amalia, menjelaskan bahwa total atlet yang mengikuti seleksi hari ini berjumlah 334 orang, terdiri dari 212 atlet putra dan 122 atlet putri.
“Luar biasa keren persiapannya. Komponen tes kesehatan dan fisik kali ini berbeda total dengan yang dulu. Jika dulu hanya cek kesehatan umum, kini kami menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk atlet,” jelas Neng Fitri.
Rangkaian tes kesehatan meliputi pemeriksaan gula darah, darah rutin, hingga EKG (Elektrokardiografi) untuk memastikan kondisi jantung. Sementara itu, tes fisik dilakukan secara profesional oleh tim ahli dari Universitas Suryakencana yang berjumlah 8 orang.
“Ada 8 item komponen fisik yang diuji, mulai dari fleksibilitas, kecepatan, hingga ketahanan tubuh. Ini krusial untuk memetakan kondisi riil atlet sebelum bertanding,” tambahnya.
Neng Fitri mengungkapkan bahwa tes hari ini diikuti oleh perwakilan dari 40 cabang olahraga (cabor) yang dinyatakan lolos verifikasi pada tahun 2025. Mulai dari olahraga permainan (handball, bola basket, sepak bola), beladiri (taekwondo, pencak silat), hingga cabang terukur seperti atletik dan renang.
“Atlet tenis meja kita bahkan sudah berstatus atlet nasional. Target kita di Porprov 2026 ini tidak muluk-muluk, tapi jelas: masuk 10 besar Jawa Barat. Ini harus diwujudkan,” ujar Neng Fitri dengan penuh keyakinan.
Pemeriksaan tersebut berjalan lancar, para atlet tampak antusias menjalani serangkaian tes, dibalut dengan semangat tinggi untuk mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di ajang Porprov XV Jabar 2026.****Ca****
