Cianjur,Wartadesa - Cianjur Government Wacht (CGW) , soroti kinerja Komitmen pemerintah daerah untuk mengejar target dan mempertahankan status daerah sebagai Program UHC prioritas secara prinsip memang harus bisa dianggap serius
Data yang di himpun CGW, anggaran sebesar Rp 293.672.736.000M dialokasikan di tahun 2026 untuk mecapai presentase 80% dari jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur yang harus aktif menjadi keanggotaan BPJS kesehatan. Namun secara teknis masalah banyak yang harus dikonsolidasikan.
Menurut Advokasi CGW Ilyas Alias Apong yang disapa akrab mengatakan anggaran yang di gelontorkan Pemkab Cianjur untuk program UHC seharusnya cukup untuk warga Cianjur.
"Kami tekankan paling utama adalah keterbukaan sumber data penduduk yang diperoleh Dinas Kesehatan yang kemudian data itu didaftarkan dan dibayarkan premi nya oleh pemda Cianjur. Anggaran Rp 293.672.736.000M cukup untuk membiayai sejumalah 800.000 warga Cianjur di tahun 2026."ucap Ilyas kepada Awak media melalui siaran press Senin 04 /05/26.
Lanjut ilayas, dirinya menjelaskan persoalan mendasar menurut hemat CGW ,orang-orang yang didaftarkan itu tidak tahu dirinya didaftarkan, otomatis mereka juga tidak tahu manfaat dan kegunaan dari program tersebut karena memang tidak diberitahu.
"Ya kami mengunjungi BPJS Kesehatan Cabang Cianjur, diskusi terkait hak peserta dan kewajiban BPJS terhadap peserta. Kami menanyakan terkait Peraturan Direksi BPJS Kesehatan nomor 68 Tahun 2021 tentang pedoman administrasi dan manajemen data kepesertaan di pasal 12 no 1 yang berbunyi setiap peserta yang telah terdaftar pda BPJS Kesehatan berhak mendapatkan identitas peserta."jelasnya
Ilyas juga berharap bila mana peraturan masih berlaku 800 000 warga Cianjur seharusnya terdaftar dan dipublikasikan sesuai regulasi.
"Kamu berharap, jika peraturan ini masih berlaku, artinya 800.000 warga cianjur yang telah didaftarkan Pemda harusnya sudah memiliki identitas khusus tersebut. Sampai saat ini BPJS Kesehatan dan Pemda Cianjur belum pernah memberitahu warga cianjur yang telah didaftarkan tersebut dan kami berkesimpulan manfaat dari uang milyaran tersebut hanya untuk BPJS, belum mampu memberikan kabar baik atau manfaat nyata bagi warga cianjur yang berjumlah 800.000 jiwa."pungkasnya***Ca"***
