Cianjur, Wartadesa - Universal Health Coverage( UHC) merupakan suasana dambaan masyarakat dengan gambaran setiap warga yang memerlukan layanan kesehatan (sakit) itu cukup dengan KTP saja. Diperkuat oleh pernyataan Bupati Cianjur beberapa kali diberbagai Acara atau kesempatan lainnya.Selasa 29/04/26
Untuk memperoleh status UHC dalam satuan wilayah, ada syarat yang harus ditempuh. Yaitu masyarakat Cianjur harus terdaftar dalam BPJS sebanyak 95% dari jumlah pendududk secara keseluruhan, kemudian dari 95% tersebut harus aktif 80%. Keinginan Bupati itu terlihat serius dengan meningkatnya anggaran di dinas kesehatan. Pemda Cianjur menggelontorkan dana sebanyak Rp 293.672.736.000 untuk tahun 2026.
Kordinator Advokasi Cianjur Government Watch (CGW) Ilyas yang disapa Akrab Apung menuturkan dirinya sudah berkordinasi terhadap dua dinas yang terlibat dalam program UHC namun dinilai Dinkes tidak memiliki Road Map yang jelas.
"Setelah kita bersilaturahim kedua dinas. Yaitu Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur kami berpendapat Target UHC bagi masyarakat Cianjur tidak akan terasa karena PEMDA CIANJUR dalam hal teknis oprasional pelaksanaan Yang dikomandoi oleh Dinkes tidak memiliki Road Map yang jelas tentang Skema UHC."Kata Ilyas kepada Awak media Selasa 29/04/26
Ilyas juga menjelaskan ada beberapa indikasi terkait caruk marut program UHC.
"Indikasinya adalah yang pertama data orang yang didaftarkan oleh Pemda Cianjur masih simpang siur darimana sumbernya, kemudian yang kedua Orang yang sudah didaftarkan hampir pasti tidak mengetahui bahwa dirinya terdaftar/didaftarkan Oleh Pemda Cianjur karena ridak adanya pemberitahuan kepada masyarakat, yang ketiga .Karena orang yang sudah didaftarkan tidak tau dirinya terdaftar maka otomatis juga tidak tau manfaat kegunaan dari program tersebut."Jelas Ilyas
Lanjut Ilyas."Jika Dinas Kesehatan tidak segera membuat alur yang jelas Uang yang Hampir 300 Miliar tersebut akan tidak sepadan dengan manfaat yang diperoleh masyarakat dan bahkan keinginan Bupati untuk mengakses layanan kesehatan Cukup dengan KTP terancam tidak terbukti"pungkasnya***Ca/Pung***
