Hari Donor Darah Sedunia: PMI Cianjur Ungkap Krisis Stok Darah, Hanya 20 Kantong Tersisa

Warta Desa
Minggu, 14 Juni 2026, Minggu, Juni 14, 2026 WAT
Last Updated 2026-06-14T10:26:41Z
Cianjur, Wartadesa — Memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur menggelar rangkaian kegiatan di halaman kantornya di Jalan Raya Dr Muwardi, Minggu (14/6). Acara yang dirangkai dengan senam bersama ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum untuk mengungkap kondisi kritis persediaan darah di wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
 
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Cianjur dr Muhamad Wahyu Perdian, didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, jajaran pengurus PMI,. Selain memberi apresiasi kepada para pendonor sukarela, kegiatan ini bertujuan mengubah pandangan masyarakat agar donor darah dipandang sebagai kebiasaan positif, bukan sekadar kewajiban sesaat.
 
“Donor darah adalah wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong. Setiap tetes darah yang disumbangkan berarti nyawa bagi orang lain. Kami sangat berharap generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, menjadikan kegiatan ini sebagai gaya hidup, bukan hanya saat ada imbauan darurat,” ujar Bupati dr Muhammad Wahyu perdian kepada wartawan.Minggu 14 Juni 2026
 
Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menyampaikan tantangan terbesar yang dihadapi pihaknya saat ini adalah kesenjangan yang sangat lebar antara jumlah pendaftar dan jumlah darah yang layak digunakan. Selama periode 6 hingga 13 Juni 2026, PMI telah membuka layanan pengambilan darah di berbagai titik mulai dari wilayah utara Cipanas Pacet hingga selatan Kadupandak.
 
“Dari total 3.013 orang yang datang mendaftar sebagai calon pendonor, hanya 163 orang yang memenuhi syarat kesehatan. Rata-rata setiap lokasi kegiatan hanya bisa menghasilkan sekitar 150 kantong darah,” ungkap Ahmad.
 
Kondisi ini membuat persediaan darah di PMI Cianjur berada di ambang bahaya. Menurutnya, standar aman persediaan darah agar bisa melayani kebutuhan mendesak seharusnya minimal 100 kantong. Namun dalam dua pekan terakhir, stok yang tersisa hanya berkisar 20 kantong.
 
“Padahal kebutuhan harian yang harus kami penuhi mencapai minimal 30 kantong darah, terutama untuk penderita talasemia yang membutuhkan transfusi secara rutin setiap bulan. Jika tidak segera tercukupi, nyawa pasien terancam,” tegasnya.
 
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, PMI Cianjur terpaksa bekerja sama dengan jaringan PMI di luar daerah seperti Bogor dan Jakarta guna mendatangkan persediaan tambahan bagi pasien dalam kondisi kritis.
 
Salah satu pertanyaan yang kerap dilontarkan masyarakat adalah mengapa darah yang didapatkan secara cuma-cuma dari pendonor dikenakan biaya saat akan digunakan untuk pengobatan. Ahmad Fikri meluruskan persepsi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
 
“Ini bukan biaya pembelian darah, melainkan biaya pengganti proses pengolahan. Darah tidak bisa langsung dipakai begitu saja. Harus melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium, penyaringan penyakit menular, sterilisasi, hingga penyimpanan menggunakan peralatan khusus yang harganya tidak murah. Semua tahapan ini butuh biaya operasional,” jelasnya.
 
Ke depannya, pihak PMI akan memperluas sosialisasi secara masif mulai dari tingkat sekolah menengah hingga lingkungan masyarakat agar pemahaman tentang manfaat, prosedur, dan proses pengelolaan darah dipahami secara utuh. Harapannya, kebutuhan darah di masa mendatang dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari daerah lain.***Ca***

TrendingMore