Miris !!!! Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot 2x2 Meter, Kakek di Cianjur Bertahan Jadi Kuli Serabutan

Warta Desa
Jumat, 18 September 2026, Jumat, September 18, 2026 WAT
Last Updated 2026-09-18T10:06:20Z

CIANJUR,Wartadesa  - Di usia senjanya, Atak Kusmayadi (59) harus menjalani hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot tak layak huni. Warga Kampung Bobojong RT 002 RW 001, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur ini memilih tinggal terpisah karena tak ingin menyusahkan keluarga.

Gubuk berukuran 2x2 meter yang ia tempati bukanlah miliknya. Dinding dan lantainya terbuat dari triplek bekas pemberian warga yang kini sudah rapuh, lapuk, dan rusak parah. Di dalamnya, perabotan berserakan dan menimbulkan bau tak sedap.

Kisah hidup Atak pun tak kalah pilu. Setelah menikah dengan Aay (58), ia dikaruniai seorang anak laki-laki. Namun pernikahan itu kandas. Atak membesarkan anaknya seorang diri. Mirisnya, sang anak menderita gangguan jiwa dan epilepsi tanpa pengobatan hingga akhirnya meninggal dunia.
Kini, sudah lebih dari dua tahun Atak bertahan hidup di gubuk tersebut seorang diri.

Meski usia sudah renta dan kondisi fisik sakit-sakitan, Atak tetap berusaha mandiri. Sehari-hari ia bekerja sebagai kuli serabutan. Upah yang tak seberapa itu ia gunakan hanya untuk membeli lauk pauk dan kebutuhan sehari-hari.

"Untuk makan sehari-hari saja susah. Saya cuma kuli, dapatnya buat beli lauk," ujar Atak lirih saat ditemui.

Di tengah keterbatasannya, Atak berharap ada uluran tangan dan perhatian dari pemerintah. Namun hingga kini, ia mengaku belum pernah mendapatkan sentuhan bantuan apapun, baik dari pihak desa setempat maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Kondisi Atak menjadi potret nyata masih adanya warga lanjut usia yang hidup di bawah garis kelayakan dan luput dari perhatian program bantuan sosial.

Sementara itu, menurut tetangganya Cepi (49) sekaligus pemilik lahan yang ditempati Atak, tidak keberatan lahan nya dipake oleh Atak

"Ya betul pa itu lahan tanah milik saya pribadi sementara  dipinjamkan untuk tempat tinggal pa Atak, kita sebagai tetangga harus saling tolong menolong kasihan pa Atak hidup sebatang kara. Kasihan dia sudah tidak punya apa - apa."Ucap Cepi kepada Awak media.Jumat 18/09/26

Cepi juga menjelaskan untuk bantuan buat Atak sangat minim sekali paling juga dikasih pihak tetangga seadanya.

"Kalau bantuan pa Atak minim bantuan , Adapun bantuan seadanya misalkan di satu ke RT-an , kayak kemarin dapat bantuan satu orang 3 karung beras dari desa, nah satu beras karung itu dikumpulkan kembali di pihak RT kemudian yang tidak kebagian langsung dari desa baru di bagi bagi kembali untuk warga yang tidak kebagian seperti pa Atak kebagian dari hasil yang dikumpul kan oleh RT untuk dibagikan , mungkin seperti itu yang saya ketahui."Tandasnya***Ca***

TrendingMore