CIANJUR, Wartadesa - Program pemerintah dalam mengatasi gizi buruk dan stunting, masalah kesehatan yang sangat serius. Pemerintah gencar melakukan kampanye dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, menyusui eksklusif dan pola asuh yang baik.
Seperti Siti Samsiah yang masih berusia 4 bulan anak Ke 6 pasangan dari bapak Ujang Jaenudin ( 58 ) dan Yani ( 47 ) warga Kampung Cihikeu, Rt 001/Rw 007,Desa sarampad, kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawabarat, mengalami kekurangan gizi.( Gizi Buruk ). Selasa 24/6/2025.
Menurut Yani ibu Siti Samasiah, membenarkan sebelumnya kondisi siti samsiah hanya 2,4 kg kini kondisinya mulai membaik, setelah awak media membagikan sebuah video pendek kondisi siti samsiah kebeberapa media sepekan kebelakang.
"Bahkan hari ini pihak kecamatan, puskesmas serta desa langsung turun ke lokasi rumah siti, jawab yani. Adapun pihak daei Dinas Kesehatan berencana akan memberikan Susu kepada pihak keluarga," paparnya..
Pemerintah sejauh ini sudah melakukan berbagai upaya lain, seperti penyediaan Makanan Lokal Bergizi dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.
Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dan gizi bagi balita sudah melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait dalam upaya penanggulangan stunting.
Upaya tersebut, pemerintah berharap dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang mencakup intervensi langsung pada anak-anak yang beresiko stunting, serta upaya pencegahan melalui pendidikan gizi dan perbaikan sanitasi.
Beberapa program pemerintah yang berfokus pada penanggulangan gizi buruk dan stunting. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan Pangan pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan tambahan seperti beras, telur dan daging, untuk keluarga yang membutuhkan, terutama di daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Intervensi Spesifik ini termasuk pemeriksaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak untuk mendeteksi dini masalah gizi dan memberikan intervensi yang tepat, seperti suplementasi vitamin dan mineral.
Intervensi ini berfokus pada perbaikan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi, seperti sanitasi, air bersih dan akses ke layanan kesehatan.
Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dan Kader, pemerintah juga melatih dalam Penanganan yang tepat dan cepat sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan dan perkembangan anak dalam pencegahan dan deteksi dini adalah kunci untuk mengatasi masalah gizi ini.***Yogi***