Cianjur,Wartadesa - Dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Selasa (27/1/2026). Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah konsumsi makanan yang dibagikan dari SPPG CV. Yayasan Sain Bina Cendekia.
Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, mengatakan hingga pukul 19.00 WIB, jumlah warga yang tercatat mengalami gejala keracunan mencapai 176 orang. Rinciannya, 170 orang ditangani Puskesmas Cijagang dan 6 orang ditangani Puskesmas Cikalongkulon.
“Dari jumlah tersebut, dua orang dirujuk dari Puskesmas Cijagang dan satu orang dirujuk dari Puskesmas Cikalongkulon untuk penanganan lebih lanjut,” kata Iyus.
Korban didominasi anak-anak sekolah, mulai dari PAUD, SD, hingga MTs. Berdasarkan pendataan sementara, kasus yang masuk ke fasilitas kesehatan berasal dari enam sekolah yang tersebar di wilayah Kecamatan Cikalongkulon.
Sementara itu, Kapolsek Cikalongkulon AKP Arif Titim Firmanto menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan lokasi serta sisa makanan untuk keperluan pemeriksaan. Sampel makanan juga diamankan dari dapur penyedia dan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Menu makanan yang dikonsumsi antara lain ayam suwir, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka. Gejala yang dirasakan korban umumnya pusing, mual, dan muntah,” ujarnya.
Salah satu orang tua korban, Mirawati, menuturkan bahwa anaknya mulai merasakan gejala lemas dan muntah sekitar pukul 15.00 WIB, tak lama setelah mengonsumsi makanan MBG. Anak tersebut kemudian dibawa ke puskesmas sekitar pukul 15.30 WIB.
“Anak saya muntah sampai keluar busa, warnanya kuning dan hijau. Ayamnya juga baunya agak tidak enak dan teksturnya lengket,” ungkapnya.
Hingga saat ini, tim medis masih melakukan penanganan terhadap para korban. Pihak kecamatan dan kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati serta segera melapor jika merasakan gejala serupa setelah mengonsumsi makanan MBG.***Der/Ca***

