GARUT,Wartadesa - Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui persiapan Aksi Kolaborasi Hijau Ke-90. Sebagai langkah awal, tim melaksanakan peninjauan dan survei lokasi penghijauan di kawasan Pasir Jawa, Desa Persiapan Sukamanah, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, yang berada di kaki Gunung Cikuray. Kamis (30/7/2026)
Menariknya, kegiatan ini berawal dari aspirasi warga penggarap di sekitar kawasan tersebut yang menginginkan lahan di kaki Gunung Cikuray kembali hijau. Mereka berharap kawasan yang mulai terbuka dapat dipulihkan melalui penanaman pohon guna menjaga kesuburan tanah, mengurangi potensi erosi dan longsor, serta mempertahankan keberadaan sumber-sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bersama relawan Nurfa Peduli melakukan survei lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi. Tim mengidentifikasi kondisi lahan, tingkat kemiringan, akses menuju lokasi, jenis vegetasi yang masih bertahan, serta menentukan titik-titik prioritas yang akan menjadi sasaran penghijauan.
Bagi Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, survei bukan sekadar kegiatan melihat lokasi. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa setiap aksi penghijauan dilakukan secara terencana sehingga memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi.
Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menegaskan bahwa setiap aksi penghijauan harus diawali dengan perencanaan yang matang agar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
"Aksi Kolaborasi Hijau Ke-90 bukan sekadar agenda penanaman pohon. Kami ingin memastikan setiap bibit yang ditanam memiliki peluang hidup yang tinggi dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta kelestarian ekosistem di kaki Gunung Cikuray. Karena itu, survei lokasi menjadi tahapan yang sangat penting sebelum aksi dilaksanakan," ujar H. Jaeni.
Menurutnya, gerakan penghijauan tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan.
"Kami sangat mengapresiasi warga penggarap yang memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Permintaan mereka untuk menghijaukan kembali kawasan ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga alam semakin tumbuh. Konservasi tidak akan berhasil tanpa keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan. Ketika masyarakat bergerak, alam memiliki harapan untuk pulih," tambahnya.
Sekretaris Paguyuban Cepi Gantuna juga menegaskan bahwa selama hampir 90 aksi, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut terus membangun budaya konservasi berbasis kolaborasi.
"Target kami bukan hanya menanam sebanyak-banyaknya pohon, tetapi memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh, dirawat, dan kelak menjadi hutan yang mampu menjaga mata air, mengurangi risiko bencana, serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat. Itulah makna sesungguhnya dari slogan kami, 'Dari Tanam Menjadi Tumbuh, Dari Aksi Menjadi Tradisi'" ucapnya.
Kawasan kaki Gunung Cikuray merupakan salah satu bentang alam strategis di Kabupaten Garut yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan penyangga keseimbangan ekosistem. Kelestariannya sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air, kesuburan tanah, dan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Melalui Aksi Kolaborasi Hijau Ke-90, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas untuk bersama-sama mengambil bagian dalam gerakan penghijauan. Sebab, menjaga alam bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian, memperkuat kolaborasi, dan mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.***Ca***
