Cianjur,Wartadesa - Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Suryakancana menyemarakkan Bulan Guru Nasional melalui penyelenggaraan Seminar Nasional dan Gelar Karya Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Guru Nasional Tahun 2026 sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan calon guru yang profesional, kreatif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di Aula FKIP Universitas Suryakancana ini diikuti oleh 206 peserta secara keseluruhan dari berbagai unsur pendidikan dan perguruan tinggi. Peserta terdiri atas pimpinan universitas dan fakultas, narasumber, dosen, tim pengelola PPG, kepala sekolah, guru pamong, mitra projek kepemimpinan, serta mahasiswa. Di antara peserta tersebut terdapat 56 mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 dari bidang studi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Kegiatan juga dihadiri mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Suryakancana sebagai bentuk partisipasi dan penguatan atmosfer akademik lintas program studi.
Seminar nasional menghadirkan Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd., Or., sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan.”
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Suryakancana, Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, S.H., M.H., Sp.N., Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dekan FKIP Dr. H. Munawar Rois, M.Pd., Wakil Dekan I, II, dan III FKIP, serta seluruh Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FKIP Universitas Suryakancana.
Selain itu, yang hadir para dosen Program Studi PPG dan tim pengelola PPG, serta kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru pamong dari sepuluh sekolah mitra, yaitu SMAN 1 Cianjur, SMAN 2 Cianjur, SMAN 1 Ciranjang, SMAN 1 Cilaku, SMA 1 Pasundan, SMKN 1 Cipanas, SMPN 1 Cianjur, SMPN 2 Cianjur, SMPN 1 Cipanas, dan SMPN 5 Cianjur.
Turut Hadir para mitra Projek Kepemimpinan mahasiswa, yakni PORTINA Kabupaten Cianjur, SDN 1 Karangtengah Nagrak, MGMP PJOK SMP, SMAN 2 Cianjur, Padepokan Sariak Layung, dan KORMI Cianjur. Keterlibatan berbagai mitra tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun pengalaman nyata bagi calon guru.
Sebelum memasuki acara resmi, rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan mahasiswa PPG yang mempersembahkan dua kreasi senam hasil karya mereka, yaitu Wiraga Nusantara dan Senam Sehat Suryakancana. Penampilan pada sesi pra-acara ini menjadi suguhan pembuka yang menarik sekaligus memperlihatkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan aktivitas jasmani dengan memadukan unsur kebugaran, budaya, dan identitas lokal.
Wiraga Nusantara merupakan kreasi senam yang memadukan gerakan senam dengan unsur seni bela diri tradisional Maen Po Cianjuran. Karya ini menjadi salah satu upaya kreatif untuk memperkenalkan dan mendekatkan warisan budaya lokal kepada generasi muda melalui aktivitas gerak yang dinamis dan menyenangkan. Sementara itu, Senam Sehat Suryakancana dikembangkan sebagai alternatif aktivitas fisik untuk mendorong kebugaran, kesehatan, dan kebersamaan.
Rangkaian acara resmi dilanjutkan dengan sambutan Dekan FKIP Universitas Suryakancana, Dr. H. Munawar Rois, M.Pd.Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Karya Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah mitra, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dalam mempersiapkan calon guru yang kompeten, profesional, serta memiliki kemampuan berinovasi.
Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Suryakancana, Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, S.H., M.H., Sp.N. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian Seminar Nasional dan Gelar Karya Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Dukungan pimpinan universitas menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan penyelenggaraan pendidikan profesi guru serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Kepala BBGTK Jawa Barat Tekankan Pembelajaran Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Dalam pemaparannya, Dr. Sugito Adiwarsito menyampaikan materi secara atraktif, komunikatif, dan interaktif sehingga mampu menarik perhatian serta membangun antusiasme peserta. Dengan gaya penyampaian yang dinamis, beliau mengajak seluruh peserta merefleksikan kembali hakikat profesi guru dan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang benar-benar bermakna bagi peserta didik.
Beliau menekankan bahwa pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi dan pencapaian target akademik. Guru perlu memastikan bahwa peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata, mengembangkan keterampilan, membangun karakter, serta tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Sejalan dengan arah kebijakan Pembelajaran Mendalam, pembelajaran perlu dibangun melalui tiga prinsip utama, yaitu berkesadaran (mindful), bermakna (*meaningful*), dan menggembirakan (joyful). Guru dituntut mampu merancang lingkungan dan pengalaman belajar yang membuat peserta didik memahami tujuan pembelajaran, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari, serta terlibat aktif dalam proses belajar yang menantang sekaligus menyenangkan.
Pemaparan yang diselingi interaksi dengan peserta tersebut menjadikan suasana seminar semakin hidup. Materi yang disampaikan memberikan perspektif dan inspirasi bagi para calon guru untuk terus mengembangkan kompetensi serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Setelah seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan Gelar Karya Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG. Seminar nasional menjadi pengantar sekaligus penguatan wawasan bagi mahasiswa, sedangkan gelar karya menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana gagasan, kompetensi, dan pengalaman belajar diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara nyata.
Dalam gelar karya tersebut, mahasiswa menampilkan berbagai inovasi pembelajaran dan kegiatan edukatif, di antaranya, Monjas (Monopoli Pendidikan Jasmani), sebuah media permainan edukatif yang dirancang untuk mendukung pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya materi kebugaran jasmani dan aktivitas fisik. Melalui pendekatan permainan, MONJAS menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, aktif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Buku Panduan Gerak Bersama: Aktif Bergerak, Hindari Bullying , sebuah panduan aktivitas gerak dan permainan yang mengintegrasikan nilai persahabatan, kepedulian, kebersamaan, serta pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Workshop Pengenalan Olahraga Tradisional , sebagai kegiatan edukatif untuk memperkenalkan, melestarikan, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan olahraga serta permainan tradisional Indonesia.
Komik Sekolah Hijau , sebuah media edukasi kreatif yang menyampaikan pesan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Selain itu, kreasi Wiraga Nusantara dan Senam Sehat Suryakancana turut menjadi bagian dari karya inovatif mahasiswa yang mengintegrasikan aktivitas jasmani, kebugaran, pelestarian budaya lokal, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat.
Berbagai karya tersebut memperlihatkan keberagaman gagasan mahasiswa dalam merespons kebutuhan pembelajaran dan persoalan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Inovasi yang ditampilkan tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga mengandung nilai edukasi, kolaborasi, kepemimpinan, pelestarian budaya, kesehatan, dan kepedulian sosial.
Ketua Program Studi PPG FKIP Universitas Suryakancana menyampaikan bahwa Seminar Nasional dan Gelar Karya Projek Kepemimpinan merupakan bagian dari upaya mempersiapkan calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu menunjukkan kreativitas, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kepekaan terhadap kebutuhan lingkungan.
Melalui projek kepemimpinan, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk mengidentifikasi permasalahan, membangun komunikasi dengan mitra, merancang solusi, melaksanakan kegiatan, hingga menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi calon guru agar kelak mampu menjadi pendidik sekaligus penggerak perubahan di lingkungan sekolah.
Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Universitas Suryakancana, BBGTK Provinsi Jawa Barat, sekolah mitra, komunitas, dan berbagai lembaga masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta profesionalisme guru.
Berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi PPG FKIP Universitas Suryakancana dalam menyemarakkan Bulan Guru Nasional 2026. Semangat yang diusung tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi diwujudkan melalui penguatan kompetensi, kolaborasi, dan karya nyata mahasiswa calon guru.
Melalui kegiatan ini, PPG FKIP Universitas Suryakancana menegaskan komitmennya untuk melahirkan calon guru yang bukan sekadar mampu mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi, berinovasi, memimpin, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, serta menggembirakan bagi generasi masa depan.***SK/CA***
