Wow !!! Program Beras Stabilitas Pasokan Dan Harga Pangan Menjadi Beras Kita Medium, Ini Penjelasan Kepala Bulog Cianjur

Warta Desa
Jumat, 11 September 2026, Jumat, September 11, 2026 WAT
Last Updated 2026-09-11T04:04:06Z
CIANJUR – Pemerintah mengubah nama program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita Medium.

Perum Bulog akan menggunakan nama dan kemasan baru tersebut untuk memperluas distribusi beras medium kepada masyarakat.

Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Cianjur Muhammad Azwar Fuad mengatakan perubahan tersebut merupakan rebranding program stabilisasi harga beras medium.

"Informasi yang kami terima dari Perum Bulog pusat, akan dilakukan rebranding terhadap program stabilisasi harga beras medium," kata Azwar.

Sebelumnya, Bulog menggunakan kemasan SPHP berwarna kuning-hijau. Selanjutnya, Beras Kita Medium akan menggunakan kemasan berwarna biru muda.

Azwar memastikan perubahan nama dan kemasan tersebut tidak mengubah kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.

"Tidak ada perubahan. Kualitasnya tetap sama dan masih masuk kelas beras medium," ujarnya.

Menurut dia, Bulog tetap menerapkan standar beras medium, termasuk ketentuan butir patah dan spesifikasi lainnya.

Pemerintah tetap menjalankan program tersebut untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus menahan kenaikan harga di tingkat konsumen.

Azwar mengatakan Bulog akan mempertahankan penyaluran beras medium secara masif agar masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Bulog Cianjur juga memastikan kemasan SPHP yang masih tersedia tidak akan ditarik dari peredaran.

"Jadi tidak ada penarikan kemasan SPHP yang sudah beredar. Setelah stok kemasan lama habis, baru digunakan kemasan baru," katanya.

Selain beras medium, pemerintah melalui Bulog juga menyiapkan skema stabilisasi harga beras premium.

Pemerintah menyiapkan sekitar 75 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kelas premium untuk mendukung intervensi harga.

Kebijakan tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memperluas intervensi harga, setelah selama ini program lebih banyak menyasar beras medium.

Di Cianjur, Azwar berharap perubahan identitas tersebut dapat membantu menjaga harga beras tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Harapan kami pertama, harga beras bisa kita tahan kenaikannya dan tetap stabil sesuai HET," ujarnya.

Bulog Cianjur saat ini menjual beras SPHP sekitar Rp12.500 per kilogram. Sementara HET beras medium berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.

Azwar juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk memperluas jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai titik distribusi.

Semakin banyak RPK, kata dia, semakin mudah masyarakat memperoleh beras Bulog di berbagai wilayah.

"Kami berharap semakin banyak Rumah Pangan Kita (RPK) yang mendaftar sehingga distribusi beras Bulog semakin merata," katanya.

Khusus Cianjur dan Sukabumi, Bulog menggunakan beras hasil penyerapan petani lokal untuk memenuhi kebutuhan penyaluran.

Azwar menyebut Bulog tidak menggunakan beras impor untuk kebutuhan penyaluran di kedua wilayah tersebut selama 2025 dan 2026.

Perubahan SPHP menjadi Beras Kita Medium diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap beras terjangkau sekaligus memperkuat stabilisasi harga pangan.

TrendingMore